Sunday, November 6, 2011

Banjir Thailand, Ford Kehilangan 30.000 Mobil





JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir Thailand telah mengganggu pasokan Ford untuk pasar ASEAN, termasuk Indonesia. Meski kedua pabrik perakitan Ford tidak direndam banjir, karena tidak ada pasokan komponen, produksi pun lumpuh.






"Kami tidak bisa berproduksi sampai saat ini dan telah berlangsung selama dua pekan. Kami kehilangan produksi mencapai 30.000 unit. Jumlah yang besar," beber Joe Hinrichs, President Asia Pacific and Africa Ford Motor Company, menjawab pertanyaan Kompas.com di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (4/11/2011) siang. Hinrichs berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari rencana investasi untuk mendirikan pabrik baru.






Peter Fleet President Ford ASEAN yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand, menambahkan, bencana mengganggu produksi Ford. Namun, dampaknya tidak terlalu besar. Pabrik Ford diharapkan kembali beroperasi pertengahan November ini dan segera mengisi pesanan yang belum terpenuhi.






Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia (FMI), mengatakan, stok unit yang tersedia untuk Indonesia masih aman sampai November 2011. Diperkirakan, gangguan mulai terjadi Desember 2011 jika pabrik belum juga berproduksi. Hal tersebut wajar karena sampai kini semua produk Ford dipasok dari Thailand, yaitu Fiesta, Ranger, dan Everest. Sementara itu, Focus dan Escape dari Filipina.






Di sisi lain, Joe Hinrichs memastikan kunjungannya ke Indonesia tak ada hubungannya dengan banjir di Thailand dan sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari.






"Ini merupakan kunjungan pertama saya di Indonesia, dan tak ada kaitannya dengan banjir (Thailand). Saya mau mengetahui potensi Indonesia sampai sejauh mana," ungkap Hinrichs.

No comments:

Post a Comment